SELAMAT DATANG DI WEB RESMI KKG PAI KECAMATAN GERUNG KABUPATEN LOMBOK BARAT
Memuat posting...
Sambutan Ketua KKG PAI Kecamatan GerungKabupaten Lombok Barat

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat datang di website resmi KKG PAI Kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat. Website ini menjadi media informasi, komunikasi, dokumentasi, serta berbagi pengetahuan dan perangkat pembelajaran bagi Guru Pendidikan Agama Islam Sekolah Dasar di Kecamatan Gerung.

Semoga kehadiran website ini dapat mempererat silaturahmi, mendukung peningkatan kompetensi guru PAI, serta memberikan manfaat bagi seluruh anggota KKG PAI dan dunia pendidikan.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Ketua KKG PAI Kecamatan Gerung
Kabupaten Lombok Barat
Selengkapnya

Perkuat Kompetensi Guru PAI KKG Gerung dan Kuripan Gelar Pembinaan Profesi Penyusunan Modul Ajar Berbasis Deep Learning di SDN 1 Jagaraga

Kuripan, 20 Agustus 2026. Suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai kegiatan Pembinaan Profesi Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) yang digagas oleh Kelompok Kerja Guru (KKG) PAI Kecamatan Gerung dan Kuripan (KURUNG). Kegiatan yang bertempat di SDN 1 Jagaraga ini mengusung tema besar "Penyusunan Modul Ajar Berbasis Deep Learning (Pembelajaran Mendalam)". Puluhan guru PAI dari kedua kecamatan hadir secara antusias untuk menyerap ilmu, menyatukan persepsi, serta meningkatkan kualitas penyusunan perangkat pembelajaran dalam menghadapi tuntutan Kurikulum Merdeka.

Kegiatan ini menghadirkan Narasumber utama sekaligus Pengawas Bina PAI Kecamatan Gerung dan Kuripan, Hj. Baiq Aluh Nurbayani, M.Pd. Dalam pengarahannya, beliau menegaskan bahwa guru PAI saat ini dituntut untuk tidak sekadar menyampaikan materi hafalan secara tekstual, melainkan harus mampu merancang pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan melalui pendekatan deep learning. Modul ajar yang disusun harus mampu membawa peserta didik pada pemahaman konsep secara mendalam serta pembentukan karakter yang nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Sesi pembinaan berlangsung sangat interaktif. Setelah pemaparan materi inti mengenai perancangan modul, integrasi asesmen, hingga teknik penyempurnaan draft, seluruh peserta dibagi ke dalam lima kelompok kerja berdasarkan elemen kurikulum PAI, yaitu Elemen Al-Qur'an Hadis, Akidah, Akhlak, Fiqih, dan Sejarah Peradaban Islam (SPI). Setiap kelompok dibekali tugas khusus untuk membedah, menelaah, serta menyempurnakan draft modul ajar kelas VI SD agar selaras dengan prinsip-prinsip deep learning.

Di sudut ruangan pertama, Kelompok 1 (Elemen Al-Qur'an Hadis) yang beranggotakan Ilham Hadi (SDN 2 Jagaraga), Suhaeri (SDN 3 Beleka), Hanafi (SDN 3 GS), Siti Nurjannah (SDN 2 Dasan Geres), Alaena Ulmardiah (SD 4 Kuripan), Sunani Lestari (SD 3 Kuripan), Bu Jamilah (SD 1 Suka Makmur), Hj. Nurmin (SD 1 Giri Sasak), Sakrah (SD 3 Tempos), dan Ernawati (SDN 4 GU), fokus melakukan evaluasi alur pembelajaran. Mereka menyepakati penyesuaian Dimensi Profil Lulusan menjadi tiga fokus utama—penalaran kritis, kolaborasi, dan komunikasi—serta menambahkan penekanan pesan moral pada kegiatan penutup modul agar alur pembelajaran terasa lebih runtut dan berdampak.

Sementara itu, pada Elemen Akidah, para peserta berdiskusi secara intensif dalam merancang modul yang mampu mentransformasi pemahaman rukun iman dan penanaman akidah menjadi nilai-nilai ketakwaan yang hidup. Diskusi difokuskan pada penguatan interaksi antarmurid dan pemberian ruang refleksi agar peserta didik dapat menghayati keagungan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.

Pada kelompok lainnya, Kelompok 3 (Elemen Akhlak) yang beranggotakan Hasbulloh, S.Pd.I., Adi Putra, S.Pd., Mohammad Muslihat Anwar, S.Pd., Munawir, S.Pd.I., Ernawati, S.Pd.I., Rohana, S.Pd., Nur Diana Daris, S.Pd.I., Siti Aminah, S.Pd.I., dan Kartini, S.Pd.I., membedah modul pembelajaran akhlak kelas VI. Hasil analisis kelompok ini merekomendasikan perbaikan pada Tujuan Pembelajaran (TP) agar tidak hanya terbatas pada akhlak terhadap non-muslim, tetapi mencakup perilaku terpuji secara menyeluruh. Selain itu, mereka menambahkan tugas mandiri yang sangat kontekstual, yaitu meminta murid mempraktikkan langsung satu bentuk akhlak terpuji kepada tetangga di lingkungan rumah mereka.

Tidak kalah dinamis, Kelompok 4 (Elemen Fikih) yang dikomandani oleh Rusmiati, Asmawati, Muliati, Nila Ayu Apriani, Jumrah, Farizal, Wirahman, Sabarudin, H. M. Nur, dan Rizam Jauhari, fokus menelaah modul Fikih materi Zakat. Kelompok ini memberikan kritikan konstruktif terhadap formulasi Tujuan Pembelajaran "Menerapkan zakat" yang dinilai masih terlalu umum. Mereka menyempurnakannya dengan Kata Kerja Operasional (KKO) yang lebih terukur seperti menjelaskan pengertian, membedakan jenis zakat, hingga membiasakan perilaku gemar berzakat, serta memperbanyak pertanyaan pemantik kontekstual yang dekat dengan pengalaman siswa.

Adapun Kelompok 5 (Elemen Sejarah Peradaban Islam/SPI) yang beranggotakan Sofiyan Sauri, S.Pd.I., Fairuz, S.Pd.I., H. Alfatihi Ismail, S.Pd.I., Sismayadi, S.Pd.I., Erna Astuti, S.Pd.I., Fatimatun Zahrah, S.Pd.I., Siti Salmah, S.Pd.I., Ria Ernawati, S.Pd.I., Mustini, S.Pd.I., Eni Kurniati, S.Pd.I., dan Siti Jamilah Hasmawati, S.Pd.I., menelaah materi keteladanan "Jasa Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq". Kelompok ini menyimpulkan pentingnya menggeser pola pembelajaran dari sekadar menghafal tanggal dan nama tokoh menjadi pendekatan reflektif, di mana murid diajak menggali nilai keteguhan, kejujuran, dan kepedulian Abu Bakar untuk diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Rangkaian kegiatan pembinaan profesi ini ditutup dengan apresiasi dari Hj. Baiq Aluh Nurbayani, M.Pd., atas keseriusan dan kolaborasi aktif seluruh peserta. Melalui kegiatan penelaahan bersama ini, KKG PAI Gerung dan Kuripan berharap modul ajar yang telah disempurnakan tidak hanya menjadi dokumen formalitas semata, melainkan menjadi panduan nyata yang menghidupkan kelas-kelas PAI menjadi lebih interaktif, bermakna, dan mampu mencetak generasi berakhlaqul karimah